Medan, Januari 2020
PAPER HASIL HUTAN NON KAYU
BERINGIN SEBAGAI TANAMAN HIAS
Dosen penanggung jawab:
Dr. Arida Susilowati, S.Hut, M.Si
Disusun Oleh:
Humam Ubaidillah (191201073)
Rizky Arif (191201086)
Anggi Lubis (191201100)
Manimbul Sihombing (191201195)
Kelompok 9
HUT 3D

PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2020
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Hasil Hutan Non Kayu atau dikenal dengan istilah HHNK adalah hasil hutan hayati, baik nabati maupun hewani beserta produk turunan dan budi daya, kecuali kayu yang berasal dari hutan. Terdapat ribuan jenis HHNK di Indonesia, namun yang telah diidentifikasi baru 558 jenis, yaitu 494 jenis HHNK nabati dan 64 jenis HHNK hewani sebagaimana Peraturan Menteri Kehutanan Kehutanan (Permenhut) Nomor P.35/ Menhut-II/2007 (Kementerian Kehutanan, 2007). Hasil Hutan Bukan Kayu nabati (kelompok hasil tumbuhan dan tanaman) secara umum dipilah menjadi delapan kelompok utama: 1) resin; 2) minyak atsiri; 3) minyak lemak, pati, dan buah-buahan; 4) tanin, bahan pewarna, dan getah; 5) tumbuhan obat dan tanaman hias; 6) palma dan bambu; 7) alkaloid; dan 8) kelompok lainnya. Selanjutnya, HNBK nabati tersebut secara terperinci dapat dipilah menjadi 15 subkelompok. Sementara itu, HHNK hewani (kelompok hasil hewan) dikelompokkan mejadi tiga kelompok utama: 1) hewan buru, yaitu beberapa jenis dari kelompok mamalia, reptilia, amfibia, dan aves; 2) hewan hasil penangkaran, yaitu arwana irian, kupu-kupu, buaya, dan rusa; dan 3) hasil hewan, yaitu sarang burung walet, kutu lak, produk lebah (lilin dan madu), dan produk ulat sutera (Triyono, 2017)
Tanaman hias mempunyai morfologi danbentuk yang berananeka macam, ada yang berdiri tegak baik berupa semak ataupun pohon serta ada yang merambat/menjalar. Berdasarkan morfologinya tersebut kemudian akan membedakan juga dalam pemanfaatannya, misalnya tanaman hias yang merambat biasanya untuk pergola, tanaman semak atau perdu lebih tepat untuk tanaman penyerap debu di pinggir jalan.Beberapa tanaman hias yang merayap dan ditempelkan pada dinding dapat membuat kesejukan ruangan atau mengurangi teriknya matahari yang menyinari rumah.
Salah satu tanaman yang termasuk dalam kategori HHNK sebagai tanaman hias adalah beringin (Ficus sp.). Beringin merupakan salah satu tanaman hias yang sering di rawat di pekarangan rumah terutama jenis beringin putih. Beringin putih merupakan jenis tanaman pekarangan yang biasa digunakan untuk tanaman hias. Mudahnya beradaptasi, bahkan dalam cuaca cukup ekstrem, membuatnya jadi pilihan untuk penghias pekarangan. Beringin putih atau Ficus benjamina dan beberapa jenis ficus lain dari suku ara-araan atau Moraceae, menurut Wikipedia, disebut juga waringin atau ara (ki ara, ki berarti “pohon”). Tumbuhan itu dicirikan dengan ukuran pohon yang besar dan kanopi yang lebar. Daun, cabang, dan batangnya mengeluarkan getah kental berwarna keputihan.
Beringin putih juga dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias pot. Beringin juga sering digunakan sebagai objek bonsai.Namun, selain sebagai tumbuhan pekarangan, beringin putih menurut Kajian Ilmiah Mahasiswa (LKIM) Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Padang, memiliki manfaat tidak ternilai bagi kelestarian lingkungan atau ekologi, berkaitan dengan hidrologi, konservasi flora dan fauna, serta biofarmaka. Beringin putih memiliki akar gantung dan struktur perakaran yang dalam dan kuat, serta akar lateral yang mencekram tanah dengan baik. Hal itu memberikan kontribusi yang besar terhadap pengaturan tata air.
Rumusan Masalah
1. Apa itu tanaman hias beringin?
2. Apa saja keunggulan dan kekurangan dari tanaman beringin sebagai tanaman hias?
3. Bagaimana cara untuk membudidayakan tanaman beringin?
Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahmi apa saja tentang tanaman kelor
2. Untuk mengetahui dan memahami kelebihan dan kekurangan tanaman kelor sebagai tanaman hias
3. Untuk mengetahui dan memahami cara-cara untuk membudidayakan tanaman beringin
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tanaman Beringin
Tanaman beringin adalah salah satu jenis tanaman yang cara tumbuhnya adalah melalui bibit yang yang tumbuh melalui batang pohon dari tanaman lain. Tanaman bonsai membutuhkan sebuah inang yang baik sebelum akhirnya bisa tumbuh sendiri dan akarnya keluar masuk ke dalam tanah. Tanaman beringin umumnya bisa ditemui pada daerah tropis karena membutuhkan pencahayaan yang baik agar akarnya bisa keluar dan tumbuh dengan kuat.Karakteristik dari tanaman beringin sangatlah besar oleh karena itulah mulai banyak yang menjadikan tanaman jenis ini menjadi tanaman bonsai agar ukurannya bisa menjadi lebih kecil dan menyesuaikan dengan ukuran dari wadahnya. Jadi bisa diketahui bahwa tanaman bonsai beringin adalah sebuah tanaman pohon beringin yang dikerdilkan agar bisa di rawat dengan mudah. Klasifikasi dari tanaman beringin adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dycotyledonae
Ordo : Urticales
Famili : Moraceae
Genus : Ficus
Species : Ficus Benjamina
Bonsai beringin merupakan salah satu jenis tanaman hias yang sudah populer sejak lama dan terus diminati hingga saat ini. Rumah yang menarik adalah sebuah rumah yang hijau dan penuh dengan tanaman hidup yang bisa menjadikan suasana rumah menjadi lebih segar. Anda tidak perlu bingung karena meskipun rumah Anda berukuran kecil Anda juga tetap bisa menanam berbagai tanaman yang berukuran kecil dan membuat suasana rumah menjadi lebih menyegarkan. Salah satu jenis tanaman berukuran kecil yang bisa menjadi opsi untuk membuat suasana rumah menjadi hijau adalah tanaman bonsai beringin. Tanaman bonsai sebenarnya sudah ada sejak lama dan popularitasnya terus mengalami peningkatan.
B. Keunggulan dan Kekurarangan Tanaman Beringin Sebagai Hiasan
Kelebihan dari tanaman bonsai beringin adalah Memiliki bonsai beringin merupakan salah satu kebanggan tersendiri karena pohon ini semakin jarang dijumpai. Untuk diketahui, selain mudah tumbuh dan perawatannya minim, bonsai jenis ini juga memiliki banyak keistimewaan lain. Menurut seniman bonsai asal Makasar bonsai beringin juga dikenal sebagai bonsai abadi. Hal ini karena kebanyakan pohon beringin di alam bebas sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun sehingga melambangkan sebagai pohon abadi.
Bagi pegiat tanaman hias, pohon beringin dikenal mampu hidup ratusan tahun dengan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Selain itu, kata Ridar O, bonsai dari jenis ini juga terkenal tahan banting dan perawatannya minim alias tidak rewel. Jadi, tidak perlu cemas akan kecewa bila merawatnya di halaman rumah. Tampilan klasik khas dari tanaman bonsai juga menambah keistimewaannnya sebagai tanaman hias terutama bila akar gantung atau akar sulurya sudah keluar menjuntai.
Dibalik keistemawaan dari tanaman bonsai beringin ini terdapat pula kekurangannya yaitu diantaranya, pohon ini bila dibonsai tidak mampu menghasilkan akses batang keropos. Sehingga tidak bisa mendesainnya agar lebih terlihat alami dengan tampilan batang yang keropos. Kekurangan lainnya adalah daun beringin saat dibonsai sangat sulit diperkecil meskipu pohonnya dapat dibuat minimalis, daunnya tidak bisa diperkecil.
C. Budidaya Tanaman Bonsai Beringin
Setiap tanaman bisa tumbuh dengan subur apabila dirawat dengan baik. Tanaman bonsai beringin merupakan salah satu jenis tanaman yang membutuhkan perawatan ekstra agar bisa tumbuh dengan normal. Di bawah ini adalah beberapa cara membudidayakan tanaman bonsai beringin dengan baik dan benar yang bisa ikuti dengan mudah:
- Pastikan agar Anda tidak lupa untuk memberikan pupuk tanaman secara rutin. Pemberian pupuk bisa membuat tanaman menjadi tumbuh dengan baik dan memperkuat pertumbuhan akar agar tidak mudah terserang bakteri dan penyakit. Pastikan agar Anda memberikan pupuk yang memiliki kandungan fosfor, potasium dan nitrogen agar pohon bonsai beringin bisa tumbuh dengan baik.
- Apabila tanaman sudah mulai tumbuh besar maka lepaskanlah kawat penyangga yang ada pada tanaman bonsai Anda. Apabila kawat penyangga dipasang terlalu lama maka tanaman bonsai Anda tidak bisa tumbuh dengan baik dan tidak akan memiliki batang yang kuat.
- Pangkaslah daun bonsai beringin secara rutin dan teratur. Biasanya dalam waktu 2 minggu daun akan mulai tumbuh kembali dan pangkaslah agar daun yang tumbuh bisa terus terlihat segar dan tidak terlalu besar.
D. Manfaat Tanaman Bonsai Beringin
Menurut Setiawan Dalimartha, daun beringin berkhasiat sebagai obat influenza, radang saluran nafas (bronkhitis), batuk rejan (pertusis), malaria, radang usus akut, disentri, dan kejang panas pada anak-anak. Menurut Farihah dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, dalam penelitiannya tentang uji toksisitas ekstrak daun Ficus benjamina L. terhadap artemia salina leach dan profil kromatografi lapis tipis, menyebutkan daun, akar, dan kulit batang beringin, mengandung beberapa senyawa kimia di antaranya saponin, flavonoid, dan polifenol. Di samping manfaat di atas, beringin putih juga memiliki nilai estetika yang cukup tinggi, sehingga tidak sedikit perajin tanaman hias menjadikan beringin putih sebagai salah produk bonsai dan tanaman hias yang mempunyai harga jual cukup tinggi.
PEMBAHASAN
Tanaman beringin umumnya bisa ditemui pada daerah tropis karena membutuhkan pencahayaan yang baik agar akarnya bisa keluar dan tumbuh dengan kuat.Karakteristik dari tanaman beringin sangatlah besar oleh karena itulah mulai banyak yang menjadikan tanaman jenis ini menjadi tanaman bonsai agar ukurannya bisa menjadi lebih kecil dan menyesuaikan dengan ukuran dari wadahnya. Jadi bisa diketahui bahwa tanaman bonsai beringin adalah sebuah tanaman pohon beringin yang dikerdilkan agar bisa di rawat dengan mudah.
Kelebihan dari tanaman bonsai beringin adalah Memiliki bonsai beringin merupakan salah satu kebanggan tersendiri karena pohon ini semakin jarang dijumpai. Untuk diketahui, selain mudah tumbuh dan perawatannya minim, bonsai jenis ini juga memiliki banyak keistimewaan lain. Dibalik keistemawaan dari tanaman bonsai beringin ini terdapat pula kekurangannya yaitu diantaranya, pohon ini bila dibonsai tidak mampu menghasilkan akses batang keropos. Sehingga tidak bisa mendesainnya agar lebih terlihat alami dengan tampilan batang yang keropos. Kekurangan lainnya adalah daun beringin saat dibonsai sangat sulit diperkecil meskipu pohonnya dapat dibuat minimalis, daunnya tidak bisa diperkecil.
Tanaman beringin banyak sekali mempunyai manfaat seperti yang tertera dalam buku Setiawan Dalimartha, dalam bukunya Atlas Tumbuhan Obat Jilid 2, Tahun 2000, daun beringin berkhasiat sebagai obat influenza, radang saluran nafas (bronkhitis), batuk rejan (pertusis), malaria, radang usus akut, disentri, dan kejang panas pada anak-anak. Farihah dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, dalam penelitiannya tentang uji toksisitas ekstrak daun Ficus benjamina L. terhadap artemia salina leach dan profil kromatografi lapis tipis, menyebutkan daun, akar, dan kulit batang beringin, mengandung beberapa senyawa kimia di antaranya saponin, flavonoid, dan polifenol.
Mengutip ccrc.farmasi.ugm.ac.id, beringin putih, berdasarkan data empiris, mampu mengobati atau mencegah kanker. Beringin putih mempunyai kandungan saponin, flavonoid, dan alkaloid yang mampu menghambat laju pertumbuhan sel kanker, namun tidak dapat membunuh sel kanker (agen kemopreventif). Hasil penelitian tim peneliti Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung, mengenai aktivitas biologis ekstrak buah beringin putih atau Ficus benjamina L., menunjukkan sitotoksik terhadap T-Limphoblastic Leukemic, antitumor, dan aktivitas antibakteri. Ekstrak daun menunjukkan antibakteri, antivirus terhadap virus herpes simplex, aktivitas antinociceptive, dan analgesik.
Syaiful Asikin, peneliti dari Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (2010), dikutip dari balittra.litbang.pertanian.go.id, meneliti tanaman beringin putih (Ficus benjamina) yang tumbuh di wilayah rawa, termasuk lahan rawa pasang surut. Kurang lebih 70-80 jenis tumbuhan, dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Hasil penelitian pendahuluannya menunjukkan tanaman ini dapat membunuh larva ulat garak berkisar 70-80 persen. Dengan daya bunuh sebesar 80 persen, berarti tumbuhan tersebut berpotensi sebagai pestisida nabati.
Budi daya dari tanaman beringin cukup sederhana dan mudah yaitu cukup dengan pemilihan bibit yang tepat, Tanamlah bibit beringin pada media tanam yang baik dan sudah diberikan pupuk. Pastikan juga agar jumlah pupuk yang diberikan tidak terlalu banyak agar tanah tidak menjadi asam dan membuat pohon bonsai beringin tidak mati, Berbeda dengan tanaman biasa yang membutuhkan air dalam jumlah yang banyak. Tanaman bonsai beringin membutuhkan metode penyiraman dengan cara dikabutkan saja. Kelembapan yang terlalu tinggi bisa membuat tanaman akan menjadi busuk. Pastikan agar tanaman bonsai menerima air dalam jumlah yang mencukupi, Jangan pernah memotong akar pohon bonsai dengan menggunakan gunting yang belum di sterilkan. Akar yang terbuka akan membuat bakteri masuk ke dalam pohon dan merusak tatanan dari akar tanaman bonsai. Pastikan untuk selalu mensterilkan gunting dengan menggunakan alkohol atau memanaskannya terlebih dahulu, kemudian yang terakhir adalah pastikan untuk memotong daun pohon bonsai beringin secara teratur agar tidak tumbuh terlalu besar dan membebani batangnya. Selain itu juga dengan secara teratur memotong daun bisa memicu pertumbuhan daun yang lebih segar dan baik.
PENUTUP
Kesimpulan
1. Hasil Hutan Non Kayu atau dikenal dengan istilah HHNK adalah hasil hutan hayati, baik nabati maupun hewani beserta produk turunan dan budi daya, kecuali kayu yang berasal dari hutan.
2. Tanaman beringin merupakan salh satu tanaman hias yang sekaligus mempunyai manfaat herbal
3. Budidaya dari tanaman bonsai herba sangatla mudah dan sederhana yaitu pemilihan bibit yang bagus, pemberian pupuk secara teratur, pengguntingan daun dan akar menngunakan gunting yang sudah steril.
4. Tanman beringin merupakan tanaman yang biasa dijumpai pada daerah tropis.
5. Tanaman beringin juga mempunyai manfaat herbal di antaranya daun beringin berkhasiat sebagai obat influenza, radang saluran nafas (bronkhitis), batuk rejan (pertusis), malaria, radang usus akut, disentri, dan kejang panas pada anak-anak.
DAFTAR PUSTAKA
Farihah. 2016. Budidaya tanaman hias bonsai beringin. Universitas Muhammadiyah Surakarta
Lakamisi, H. 2010. Prospek Agribisnis Tanaman Hias Dalam Pot (potplant). Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan Vol. 3 (2): 55-59.
Setiawan Dalimartha. 2010. Atlas Tumbuhan Obat Jilid 2. Trubus Agriwidya: Jakarta
Widyastuti, Titiek. 2018. Teknologi Budidaya Tanaman Hias Agribisnis. Perum SBI : Yogyakarta
editor : Aleng
No comments:
Post a Comment